Perpindahan dari tambang terbuka ke bawah tanah menjadi strategi kunci. Keputusan ini merupakan tonggak sejarah dalam evolusi operasi Grasberg. Penambangan bawah tanah memungkinkan perusahaan menjangkau cadangan bijih yang sangat besar dan bernilai tinggi di kedalaman bumi. Metode ini jauh lebih kompleks, membutuhkan perencanaan dan teknologi canggih.
Grasberg, salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia, telah melalui perjalanan transformatif. Awalnya, operasi penambangan dilakukan secara terbuka, menciptakan sebuah kawah raksasa di puncak gunung. Namun, seiring waktu, cadangan bijih di permukaan mulai menipis. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk mencari metode penambangan baru.
Salah satu tantangan terbesar adalah membangun infrastruktur di dalam gunung. Jaringan terowongan dan terowongan, dengan total ratusan kilometer, harus dibangun untuk memfasilitasi operasi. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi. Setiap terowongan didesain untuk menjamin keamanan dan efisiensi transportasi bijih.
Teknologi penambangan otomatis dan jarak jauh berperan penting. Mesin bor, loader, dan truk beroperasi di bawah tanah tanpa awak. Operator mengendalikan semua alat berat ini dari ruang kontrol di permukaan. Ini meningkatkan keamanan kerja dan produktivitas secara signifikan. Otomatisasi adalah bagian integral dari evolusi operasi Grasberg.
Selain teknologi, manajemen lingkungan juga menjadi prioritas. Penambangan bawah tanah cenderung memiliki dampak lingkungan yang lebih kecil di permukaan. Dengan operasi yang terkonsentrasi di dalam bumi, jejak lingkungan yang terlihat bisa diminimalkan. Perusahaan juga berinvestasi besar pada sistem pengelolaan air limbah dan rehabilitasi lahan.
Perpindahan ini juga membawa perubahan sosial. Banyak pekerja harus dilatih kembali untuk menguasai teknologi baru. Transisi ini menciptakan jenis pekerjaan baru yang lebih berfokus pada keahlian teknis dan pemantauan sistem. Program pelatihan ini adalah bagian dari evolusi operasi Grasberg yang berkesinambungan.
Masa depan penambangan di Grasberg sepenuhnya berada di bawah tanah. Dua tambang bawah tanah utama, Deep Ore Zone (DOZ) dan Grasberg Block Cave (GBC), kini menjadi fokus utama. Kedua tambang ini diproyeksikan akan berproduksi selama puluhan tahun ke depan, memastikan kelanjutan operasi dan pasokan mineral global.