Industri pertambangan sering kali dikaitkan dengan kerusakan lingkungan yang masif dan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida. Namun, sebuah revolusi hijau sedang berlangsung di bawah bendera Tambang Nusantara melalui penggunaan teknologi bioleaching atau Mikroba Penambang. Teknologi ini memanfaatkan kemampuan alami bakteri tertentu untuk mengurai batuan mineral dan membebaskan logam berharga di dalamnya. Metode ini menawarkan jalan tengah bagi kebutuhan akan sumber daya mineral tanpa harus mengorbankan keberlanjutan ekosistem air dan tanah di sekitar area tambang.
Mekanisme kerja dari sistem yang diusung oleh TambangNusantara melibatkan mikroorganisme khusus seperti Acidithiobacillus ferrooxidans. Bakteri ini mendapatkan energi dengan cara mengoksidasi mineral sulfida yang menyelimuti butiran emas. Dalam proses metabolisme mereka, mikroba ini menghasilkan asam yang mampu melarutkan ikatan kimia batuan, sehingga emas dapat terlepas secara mandiri tanpa memerlukan proses pembakaran atau penggunaan zat kimia beracun. Inilah yang disebut sebagai ekstraksi biologi; sebuah proses yang berjalan dengan ritme alam, jauh lebih lambat dibandingkan metode konvensional, namun memberikan hasil yang jauh lebih bersih dan murni.
Salah satu keunggulan utama dari penggunaan agen hayati ini adalah kemampuannya untuk mengolah bijih berkadar rendah yang biasanya dibuang oleh perusahaan tambang besar karena tidak ekonomis untuk diolah. Di tangan para ahli di TambangNusantara, limbah batuan tersebut diproses kembali menggunakan kolam-kolam mikroba. Hal ini menciptakan efisiensi sumber daya yang luar biasa, di mana kita dapat mengekstrak emas dari material yang sebelumnya dianggap sampah. Yang lebih penting lagi, air sisa proses dari metode ini tidak mengandung logam berat yang reaktif, sehingga risiko pencemaran sungai dapat ditekan hingga level minimal.
Pendekatan ini benar-benar mewujudkan konsep pertambangan yang ramah alam. Selama bertahun-tahun, penambangan rakyat sering kali meninggalkan jejak merkuri yang meracuni rantai makanan hingga puluhan tahun. TambangNusantara mengedukasi para penambang lokal untuk beralih ke teknologi mikroba ini sebagai alternatif yang lebih aman bagi kesehatan mereka sendiri dan keluarga. Meskipun membutuhkan waktu tinggal yang lebih lama di dalam bak pelindian, biaya operasionalnya jauh lebih murah karena tidak memerlukan pembelian bahan kimia mahal dan perlengkapan pengamanan limbah yang kompleks. Alam bekerja sebagai teknisi kimia yang paling efisien.