Operasi pertambangan skala besar sering kali membawa tantangan lingkungan yang berdampak langsung pada komunitas lokal di sekitarnya. Melalui implementasi Prosedur Tambang Nusantara, perusahaan berkomitmen untuk meminimalisir eksternalitas negatif yang muncul dari aktivitas produksi maupun logistik. Salah satu isu utama yang menjadi perhatian serius adalah polusi udara yang dihasilkan dari pergerakan alat berat dan proses pengolahan mineral. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan, perusahaan secara proaktif mencari cara efektif untuk menjaga kualitas udara agar tetap sehat bagi masyarakat. Integrasi teknologi terbaru juga diterapkan, seperti penggunaan deteksi kantuk sopir berbasis kecerdasan buatan untuk memastikan keselamatan operasional kendaraan di jalur hauling yang bersinggungan dengan jalur distribusi umum.
Masalah sebaran debu merupakan konsekuensi logis dari aktivitas penggalian dan pengangkutan material di area tambang terbuka. Jika tidak dikelola dengan sistematis, partikel halus ini dapat terbawa angin hingga mencapai area pemukiman warga, yang berisiko mengganggu kesehatan pernapasan dan kebersihan lingkungan. Tambang Nusantara menerapkan protokol penyiraman jalan angkut (hauling road) secara rutin menggunakan truk tangki air berkapasitas besar. Selain penyiraman air, penggunaan cairan pengikat debu (dust suppressant) yang ramah lingkungan juga mulai masif digunakan karena kemampuannya dalam menciptakan lapisan pelindung di permukaan tanah, sehingga debu tidak mudah terbang saat dilalui oleh kendaraan berat meskipun dalam kondisi cuaca yang sangat terik.
Selain di jalur transportasi, pengendalian debu juga difokuskan pada area stockpile atau penimbunan material. Pemasangan jaring pelindung debu (dust net) di sekeliling area penimbunan menjadi salah satu standar prosedur yang wajib dipenuhi. Jaring ini berfungsi sebagai pemecah angin (windbreaker) yang secara signifikan mengurangi kecepatan angin saat melewati tumpukan material, sehingga sebaran partikel debu ke arah pemukiman dapat ditekan hingga tingkat minimal. Tambang Nusantara juga melakukan penghijauan secara intensif di area sabuk hijau (green belt) yang berfungsi sebagai filter alami udara. Tanaman dengan karakteristik daun yang rimbun dan berbulu dipilih karena kemampuannya dalam menangkap partikel debu secara efektif sebelum mencapai hunian warga.