Eksplorasi Deposit mineral, baik batu bara maupun nikel, adalah proses bertahap dan berisiko tinggi yang bertujuan menemukan dan mengukur sumber daya potensial. Tahap awal adalah studi literatur dan pemetaan geologi regional. Tujuannya adalah mengidentifikasi area prospek yang memiliki indikasi geologis kuat terbentuknya mineralisasi.
Tahap kedua Eksplorasi Deposit melibatkan survei geofisika dan geokimia. Survei geofisika menggunakan metode seperti magnetik atau gravitasi untuk mendeteksi anomali bawah permukaan. Sementara itu, survei geokimia menganalisis sampel batuan atau tanah untuk mencari konsentrasi unsur yang lebih tinggi dari normal, sebagai indikasi mineral.
Setelah anomali teridentifikasi, dilanjutkan dengan kegiatan pengeboran inti (drilling). Pengeboran bertujuan mengambil sampel batuan dari kedalaman untuk analisis laboratorium. Sampel ini vital untuk menentukan kandungan mineral, ketebalan lapisan, dan geometri Eksplorasi Deposit yang telah ditemukan di area tersebut.
Analisis laboratorium yang komprehensif adalah bagian krusial dari Eksplorasi Deposit. Sampel batu bara akan dianalisis kandungan kalori dan abu, sedangkan sampel nikel akan diuji kadar nikel dan pengotor lainnya. Data dari analisis ini digunakan untuk memodelkan sumber daya dan memperkirakan volume cadangan.
Tahap akhir adalah penyusunan laporan sumber daya mineral (SRM). Laporan ini merangkum semua data geologi, pemodelan, dan estimasi volume. Laporan SRM berfungsi sebagai dasar bagi perusahaan untuk menentukan kelayakan ekonomi dan teknis sebelum melanjutkan ke fase pengembangan atau penambangan.
Kegiatan Eksplorasi Deposit yang dilakukan secara sistematis dan sesuai standar internasional memastikan bahwa data yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya. Investasi besar dalam eksplorasi ini sangat penting untuk menjamin pasokan bahan baku mineral dan mendukung pertumbuhan industri pertambangan nasional.